Menu

Dark Mode
Densus 88 Anti Teror Gelar Sosialisasi di Lingkungan Pelajar DPRD Desak Pemkab Nias Utara Segera Tentukan Nasib Guru Honor Secara Hukum Perkuat Literasi Sains, SMA Muhammadiyah 02 Medan Resmikan Lab IPA dan Fasilitas Sanitasi Modern Liburan Sekolah Makin Asik, Kolam Renang BUMD Deli Serdang Gandeng Wak Udin, Bintang Iklan Kocak Beri Promo Spesial Mts Al Washliyah Tanjung Morawa Peringati HUT AW ke-95 Bupati Deli Serdang Serahkan Aset CSR PT Evergreen kepada Yayasan SD Pelita Dalu

News

Sadis! Pengemudi Grab Bike di Jakarta Dorong Penumpang Wanita

badge-check


					Sadis! Pengemudi Grab Bike di Jakarta Dorong Penumpang Wanita Perbesar

Jakarta – Kompasnusa.net// Perlakuan sadis dialami seorang wanita penumpang Grab Bike berinisial MNA asal Kota Bogor, Jawa Barat setelah ia diturunkan paksa dan didorong oleh pengemudi ojek online tersebut dari motor, Selasa siang (18/11/2025).

Akibat peristiwa yang terjadi di kawasan Jalan Roa Maluku Utara, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat tersebut, korban menderita luka-luka hampir di sekujur tubuhnya, setelah ia terhempas di aspal. Bahkan korban terpaksa menjalani perawatan di RS Atmajaya Pluit.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku tak terduga bernama Darlis Amin Zulkarnain, yang mengendarai motor Honda Vario 160 bernopol B 5767 TLD.

“Saya memesan ambil sepeda dari Gerbang 1 Stasiun Jakarta dengan tujuan ke kantor di kawasan Waduk Pluit, Jakarta Utara. Tapi tidak tahu apa produktivitasnya, di tengah jalan tiba-tiba saja pengemudi itu maksa saya turun, setelah itu pengemudi tersebut masih berdebat dengan saya kemudian saat saya berjalan untuk mencari driver yang lainnya, pengemudi ojol tersebut mendorong saya sampai terhempas ke aspal” ungkap MNA ketika menghubungi via WhatsApp.

Menggunakan kejadian tak terduga tersebut pelaku sempat memvideokan korban sambil marah-marah tidak jelas sebelumnya, hingga akhirnya kabur meninggalkan korban sendiri dalam keadaan tubuh penuh luka dan memar.

“Tangan, kaki saya luka-luka. Bahkan luka paha memar, akibat di dorong dengan sangat kencang” sebutnya setelah menjalani perawatan di salah satu rumah sakit swasta di daerah Pluit, Jakarta Utara.

Akibat kejadian tersebut, MNA mengaku sangat trauma dan ketakutan untuk naik ojol dalam waktu dekat ini.

“Mungkin penumpang yang lain pernah mendapatkan perlakuan yang sama atau tidak mengenakan dari pengemudi tersebut, karena tempramental sekali” ujarnya.

Namun satu hal yang membuatnya sangat kecewa, seolah tidak ada kepedulian pihak perusahaan Grab atas peristiwa kekerasan yang dialaminya.

“Saya sudah melaporkan kepada pihak Grab, namun hanya dijawab dengan permintaan maaf melalui telepon dan email dan memang pihak Grab menawarkan asuransi walaupun saya sendiri merasa agak sulit untuk mendapatkan manfaatnya karena prosedur yang cukup ribet” paparnya.

Atas kejadian ini pula MNA, wanita yang berusia 37 tahun tersebut sangat menyayangkan atas tindakan kejahatan yang dialaminya. Sedangkan pihak Grab sendiri sampai saat ini belum memberikan keterangan resmi atau pun klarifikasi kepada media.

“Untuk kasus ini saya masih berkoordinasi dengan kuasa hukum soal rencana membawa permasalahan ini ke jalur pidana. Namun harapan saya, ke depan tidak ada penumpang lain yang mengalami kejadian yang sama seperti saya, dan saya harap pihak Grab dapat lebih waspada dengan pengemudi maupun penumpang yang menggunakan aplikasi tersebut,” simpulnya. (ML)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Diduga Polisi Main Sandiwara Grebek lokasi Judi, Oknum Wartawan Terkesan Jadi Makelar

31 January 2026 - 01:23 WIB

LSM GAMPKER dan TUMPAS Geruduk Kantor Kacabdis Wilayah V dan Kejaksaan Negeri Asahan

30 January 2026 - 15:08 WIB

SATUKAN KOMITMEN, JAJARAN PEMASYARAKATAN WILAYAH SUMUT MANTAPKAN LANGKAH MENUJU WBK DAN WBBM 2026

30 January 2026 - 14:33 WIB

Listrik Padam, Kawanan Maling Gasak Kabel Travo

30 January 2026 - 03:15 WIB

Bapenda Batu Bara Kembali Buka Layanan Pajak Daerah

29 January 2026 - 08:07 WIB

Trending on Batu Bara