Menu

Dark Mode
Mengintip Kelas Jurnalisme Bersama Sang Praktisi di UIN Sumatera Utara, ‘Menyentuh Hati Lewat Kata’ Madrasah Alwashliyah Kota Tanjungbalai Gelar Validasi Akreditasi Bersama Tim Asesor BAN-PDM Tahun 2026 Skandal Dugaan “Jual Beli Kursi Kepsek” di Deli Serdang Menguak, Aroma Transaksi Jabatan Kian Menyengat HIMA Hukum Universitas Quality Tegaskan Komitmen Sosial dan Sinergi Kampus Pelantikan Pengurus DPD IKA UNAND Sumatera Utara Program Mentari Bangsaku Food Bank of Indonesia Salurkan 1.000 Snack untuk Pelajar di Deli Serdang

Artikel

Dosen Institut Kesehatan Helvetia Gelar Pengabdian Masyarakat Edukasi Pijat Tuina untuk Meningkatkan Nafsu Makan Bayi dan Balita

badge-check


					Dosen Institut Kesehatan Helvetia Gelar Pengabdian Masyarakat Edukasi Pijat Tuina untuk Meningkatkan Nafsu Makan Bayi dan Balita Perbesar

Dosen Institut Kesehatan Helvetia Gelar Pengabdian Masyarakat Edukasi Pijat Tuina untuk Meningkatkan Nafsu Makan Bayi dan Balita

 

Medan//kompasnusa.net – Tim dosen Program Studi D3 Kebidanan Fakultas Farmasi dan Kesehatan Institut Kesehatan Helvetia melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bertema “Meningkatkan Nafsu Makan Pada Bayi dan Balita dengan Edukasi Pijat Tuina” di Klinik Siti Khalijah, pada 15 Mei 2026.

Kegiatan ini dipimpin oleh Bd. Muthia Sari Mardha, SST, M.Kes selaku ketua pelaksana, bersama anggota tim dosen Endriyani Syafitri, SKM, M.Kes dan Bd. Ivansri Marsaulina, SST, M.Kes, serta melibatkan mahasiswa D3 Kebidanan Dian Wahyu Sahfitri.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta yang didominasi ibu-ibu balita mendapatkan edukasi mengenai manfaat pijat Tuina sebagai terapi komplementer untuk membantu meningkatkan nafsu makan bayi dan balita secara alami dan aman.

Ketua pelaksana kegiatan, Bd. Muthia Sari Mardha, SST, M.Kes menjelaskan bahwa masalah sulit makan pada anak masih menjadi perhatian serius karena berkaitan erat dengan risiko gizi kurang hingga stunting.

“Pijat Tuina merupakan metode nonfarmakologis yang dapat membantu menstimulasi sistem pencernaan anak, membuat anak lebih rileks, serta membantu meningkatkan nafsu makan,” ujarnya.

Ia menambahkan, terapi pijat Tuina juga dinilai lebih aman karena minim efek samping dibandingkan penggunaan obat penambah nafsu makan dalam jangka panjang.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta terlihat antusias mengikuti penyuluhan dan pemadatan pijat Tuina yang dilakukan oleh tim pengabdian masyarakat. Tidak hanya mendengarkan materi, para ibu juga aktif bertanya dan mencoba teknik pijat yang diajarkan.

Tim pengabdian masyarakat menyampaikan bahwa edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya para ibu, dalam mendukung tumbuh kembang anak melalui metode sederhana yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah.

Selain penyuluhan, kegiatan juga dilengkapi dengan media edukasi berupa poster, lembar balik, serta pemaparan menggunakan phantom bayi agar peserta lebih mudah memahami teknik pijat yang benar.

Pihak Klinik Siti Khalijah turut memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap edukasi serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, tim dosen Institut Kesehatan Helvetia berharap angka gangguan makan pada bayi dan balita dapat ditekan sehingga mendukung upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan anak di masyarakat.

 

Facebook Comments Box

Baca Juga

Mosi Tak Percaya Meledak, Praktisi Hukum dan Masyarakat Sipil Kepung Dugaan Bobrok Lapas Labuhan Ruku

7 June 2026 - 15:42 WIB

Mosi

Sekda Tinjau TPS di Pasar VI Kualanamu, Pilkades Berlangsung Tertib dan Lancar

2 June 2026 - 09:04 WIB

ABPEDNAS Cetak Sejarah, Raih 100 Ribu Anggota Bertepatan Hari Lahir Pancasila 2026

2 June 2026 - 08:57 WIB

Peduli Korban Puting Beliung, RSUD Pancur Batu Salurkan Bantuan Sembako di Tiga Desa

29 May 2026 - 08:11 WIB

Pilkades 2026 Jadi Taruhan Moral Desa, Formappel’RI Minta Aparat Tindak Tegas Kecurangan

28 May 2026 - 11:50 WIB

Trending on Artikel