Menu

Dark Mode
Mengintip Kelas Jurnalisme Bersama Sang Praktisi di UIN Sumatera Utara, ‘Menyentuh Hati Lewat Kata’ Madrasah Alwashliyah Kota Tanjungbalai Gelar Validasi Akreditasi Bersama Tim Asesor BAN-PDM Tahun 2026 Skandal Dugaan “Jual Beli Kursi Kepsek” di Deli Serdang Menguak, Aroma Transaksi Jabatan Kian Menyengat HIMA Hukum Universitas Quality Tegaskan Komitmen Sosial dan Sinergi Kampus Pelantikan Pengurus DPD IKA UNAND Sumatera Utara Program Mentari Bangsaku Food Bank of Indonesia Salurkan 1.000 Snack untuk Pelajar di Deli Serdang

News

Laka Laut Nelayan Paluh Sibaji

badge-check


					Laka Laut Nelayan Paluh Sibaji Perbesar

Laka Laut Nelayan Paluh Sibaji

 

DELISERDANG //kompasnusa.net-  Empat nelayan asal Paluh Sibaji, Kecamatan Pantai Labu, melaporkan mengalami kecelakaan laut di perairan Selat Malaka setelah kapal mereka ditabrak kapal pukat pukat asal Malaysia. Hingga kini, tiga nelayan masih dinyatakan hilang.

Peristiwa tersebut berawal pada Senin malam, 17 November 2025, ketika tekong Abd Gani (33) berangkat melaut bersama tiga anak buah kapal (ABK):

Mhd Rafli (19), Muhammad Sahdan (23), Muhammad Alwi (18)

Keempatnya berangkat dari Muara Paluh Sibaji sekitar pukul 21.00 WIB menggunakan kapal motor milik seorang warga bernama Ateng.

Mereka memancing di arah timur Selat Malaka hingga pada Rabu malam, 19 November 2025 pukul 22.00 WIB, kapal mereka ditabrak oleh kapal penangkap ikan Malaysia. Benturan keras membuat kapal pecah dan karam. Kapal yang menabrak kemudian melarikan diri, sementara tiga dari empat nelayan hilang terseret arus.

Satu-satunya korban selamat, Abd Gani, baru dapat menghubungi istrinya, Tumini, pada Minggu malam, 23 November 2025. Dalam sambungan telepon sekitar pukul 23.00 WIB, ia menjelaskan kronologi kejadian dan kondisi tiga rekannya yang tidak ditemukan.

Abd Gani kemudian diselamatkan oleh nelayan Malaysia pada Jumat, 21 November 2025, dan dibawa ke Perak, Malaysia, untuk memberikan keterangan kepada polisi setempat.

Setelah menerima informasi tersebut, keluarga korban langsung melaporkan kejadian itu kepada Kepala Desa Paluh Sibaji, kemudian diteruskan ke Pokmaswas Laut Selat Malaka, UPT Perikanan Pantai Labu, Unit Polairud Deli Serdang, Posal Pantai Labu, dan pihak Kecamatan.

Berdasarkan titik GPS yang disampaikan korban, kecelakaan terjadi di koordinat:

Lintang 04°29′ Bujur 099°43′

Hingga hari ini, ketiga nelayan lainnya masih belum ditemukan. Pihak keluarga bersama pihak terkait berupaya melakukan pencarian dan koordinasi lintas negara.

Facebook Comments Box

Baca Juga

Kuasa Hukum Dihadang Temui Klien Kasus Sawit, Situasi Memanas di Tahanan Polres Padang Lawas

20 April 2026 - 15:02 WIB

Sidang Praperadilan Kasus Sawit di Palas Mulai Disidangkan, Masih Tahap Awal

20 April 2026 - 10:04 WIB

Kasus Penganiayaan berujung Saling Lapor Berjalan Alot Akhirnya Bermufakat 

19 April 2026 - 13:29 WIB

Merasa Dizholimi Setelah Puluhan Tahun Mengabdi, Eks Pekerja Panti Jompo Kisaran Diduga Jadi Korban “PHK Terselubung” Sistem Outsourcing

18 April 2026 - 10:05 WIB

Arena Judi ‘Edy’ Diduga Berjalan Mulus, Kepercayaan Publik ke Aparat Dipertaruhkan

18 April 2026 - 09:56 WIB

Trending on News