Langkat – Kompasnusa.net// Polres Langkat menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Kewilayahan “Keselamatan Toba 2026” di Lapangan Jananuraga Polres Langkat, Senin (2/2/2026).
Operasi keselamatan dilaksanakan selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026, dengan sasaran pengguna jalan, kendaraan umum dan pribadi, titik rawan kemacetan, pelanggaran, serta kecelakaan lalu lintas, dengan sebanyak 2.023 personel dilibatkan, terdiri dari personel.
Apel ini menjadi penanda kesiapan seluruh unsur dalam mendukung upaya peningkatan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Apel dipimpin Wakapolres Langkat Kompol Husnil Mubaroq Daulay, turut memaparkan
program Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan, terkait Kamseltibcarlantas merupakan kebutuhan mutlak masyarakat.
Namun, menurutnya, tingkat kepatuhan berlalu lintas masih memerlukan perhatian serius, terutama menjelang momen peningkatan mobilitas masyarakat.
Kapolda juga menekankan pentingnya langkah strategis dan berkelanjutan untuk mencegah kerugian jiwa, harta benda, serta dampak sosial-ekonomi akibat kecelakaan lalu lintas.
“Sejalan dengan komitmen global Decade of Action for Road Safety 2021-2030 yang menargetkan penurunan fatalitas kecelakaan sebesar 50 persen, seluruh penyelenggara lalu lintas didorong membangun sistem keselamatan jalan terpadu melalui lima pilar RUNK,” paparnya.
Selain itu, data Ditlantas Polda Sumut menunjukkan kinerja positif sepanjang 2025. Jumlah pelanggaran lalu lintas menurun signifikan dibandingkan 2024, dengan tilang turun 46,2 persen dan total pelanggaran menurun 23,4 persen.
“Angka kecelakaan lalu lintas juga menurun 4,6 persen, disertai penurunan korban meninggal dunia sebesar 10,4 persen, serta berkurangnya korban luka berat dan kerugian materiil,” ungkap Kompol Husnil.
Selain itu, Kapolda Sumut menginstruksikan agar personel melakukan pemetaan dan deteksi dini titik rawan, mengedepankan edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat, serta memanfaatkan media sosial secara masif.
“Penegakan hukum diharapkan tetap profesional dan humanis dengan menerapkan prinsip 3S (Senyum, Sapa, Salam) serta menjunjung tinggi kode etik Polri,” beber Kompol Husnil, menyampaikan amanat Kapolda Sumut.
Lebih lanjut, Wakapolres Langkat menegaskan bahwa Operasi Keselamatan Toba 2026 tidak semata-mata berorientasi pada penindakan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya keselamatan berlalu lintas.
“Operasi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Polres Langkat dalam menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. Keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama. Kepolisian hadir untuk mengedukasi, melindungi, dan memastikan setiap pengguna jalan dapat beraktivitas dengan aman,” tegas Wakapolres mewakili Kapolres Langkat AKBP David Triyo.
Kapolres juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif menciptakan budaya tertib berlalu lintas, sekaligus memanfaatkan Call Center Polri 110 sebagai sarana pengaduan dan layanan darurat yang dapat diakses gratis selama 24 jam.
Sementara, Ketua MUI Kabupaten Langkat H Zulkifli Ahmad Dian mengungkapkan, langkah Polres Langkat sejalan dengan nilai-nilai kemaslahatan umat.
Kami mengapresiasi upaya Polres Langkat dalam menjaga keselamatan masyarakat di jalan raya. Tertib berlalu lintas merupakan bagian dari menjaga nyawa dan harta, yang sejalan dengan ajaran agama.
“Kami mengajak masyarakat untuk mendukung dan mematuhi aturan demi kebaikan bersama,” ujar Ketua MUI.
Dengan sinergi lintas sektor dan dukungan masyarakat, Polres Langkat optimistis Operasi Keselamatan Toba 2026 dapat berjalan optimal dan berkontribusi nyata dalam mewujudkan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan di wilayah Kabupaten Langkat. (Tgh)







