Pasca OTT PUPR Riau, GEMARI Jakarta Akan Gelar Aksi Jilid III Desak KPK dan Kemendagri Tangkap SF Hariyanto
Jakarta — Kompasnusa.net// Pasca operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sejumlah pejabat Dinas PUPR Provinsi Riau, Gerakan Mahasiswa Riau (GEMARI) Jakarta kembali bersiap menggelar Aksi Jilid III.

GEMARI menilai, selama ini Riau seolah menjadi ladang subur praktik penyimpangan anggaran, dan nama SF Hariyanto kerap disebut dalam berbagai laporan serta kajian publik terkait dugaan proyek bermasalah.
Berdasarkan hasil telaah GEMARI, potensi kerugian negara akibat jaringan korupsi yang melibatkan pejabat Riau diperkirakan mencapai Rp.486 miliar.
Aksi lanjutan ini menjadi bentuk konsistensi tekanan publik agar KPK RI dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) segera memeriksa serta menindak Wakil Gubernur Riau SF Hariyanto, yang disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan sejumlah kasus dugaan korupsi di lingkungan Pemprov Riau.
Koordinator Nasional GEMARI Jakarta, Kori Fatnawi,S.H menegaskan bahwa OTT tersebut membuka tabir baru terhadap dugaan penyimpangan anggaran yang selama ini telah menjadi perhatian publik Riau.
“OTT PUPR Riau ini bukan akhir, tapi awal dari terbukanya benang kusut korupsi di tubuh pemerintahan Riau. Kami mendesak dan menekan KPK RI dan Kemendagri untuk tidak tinggal diam. Tangkap dan periksa SF Hariyanto sekarang!” tegas Kori, di Jakarta, Rabu (5/11/2025)
Kori menyebut, GEMARI Jakarta sejak lama telah mendesak KPK RI untuk memperhatikan Provinsi Riau sebagai daerah dengan tingkat kerawanan korupsi yang tinggi.Menurutnya, berbagai kajian dan laporan yang dikumpulkan menunjukkan indikasi kuat adanya penyalahgunaan wewenang serta praktik gratifikasi yang menyeret nama-nama penting di pemerintahan daerah.
“Riau seolah dijadikan ladang subur penyimpangan anggaran. Ini saatnya pusat turun tangan. KPK harus tegas, dan Kemendagri harus berani melakukan evaluasi menyeluruh,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa Aksi Jilid III ini merupakan lanjutan dari Aksi Jilid I dan II yang telah digelar sebelumnya di depan Gedung Merah Putih KPK RI.
Menurutnya, komitmen GEMARI tidak pernah surut dalam memperjuangkan transparansi dan keadilan hukum di tanah kelahiran mereka.
“Kami akan terus bersuara. Riau jangan diam. Keadilan harus ditegakkan, KPK dan Kemendagri tidak boleh tutup mata. Kami ingin melihat KPK dan Kemendagri benar-benar berpihak pada rakyat, bahwa di Republik ini tidak ada yang Kebal Hukum,” tutup Kori. (Imam S)









